Sponsor

Kisah Abu Nawas berlanjut lagi setiap bulannya ada postingan terbaru yang makin lama makin kocak ceritanya.

Kali ini Abu Nawas dibuat gelisah karena masyarakat islam sedang bersaing untuk mengumpulkan harta benda sebanyak-banyaknya dengan memakai berbagai cara. Namun bukanlah Abu Nawas kalau tak bisa menyelesaikan permasalahan yang pelik seperti ini.

Kisahnya

Lama-kelamaan Abu Nawas tak lagi nyaman berada di kampungnya sendiri.
Pasalnya adalah penduduk kampung tersebut yang notabene beragama islam, saat ini sedang berlomba-lomba untuk mengumpulkan kekayaan. Hal ini bukanlah menjadi masalah, namun yang menjadi masalah adalah mereka menghalalkan segala cara untuk meraih yang mereka inginkan.

Untuk menghentikan perbuatan tercela tersebut, Abu Nawas memutar otak mencari ide yang terbaik untuk menyadarkan masyarakat bahwa menghalalkan segala cara adalah dilarang keras dalam islam.

Setelah lama berpikir, akhirnya ia menemukan ide yang cemerlang yaitu ide sandal ajaib.

Dengan mengambil peralatan seadanya, berangkatlah Abu Nawas ke pasar untuk menggelar tikar menjual sandal-sandal.


"Sandal ajaib...sandal ajaib....! "teriak Abu Nawas berulang-ulang menawarkan dagangannya.
Tak berapa lama kemudian ada seorang pemuda yang tertarik dengan barang dagangan Abu Nawas.
"Silahkan Tuan, mau mencari apa?" tanya Abu Nawas.
"Saya ingin mencari sandal yang bisa merubah hidupku yang miskin ini, :jawab si pemuda.
"Apa maksud Tuan?" tanya Abu Nawas lagi.
"Saya ini sudah lama hidup miskin dan ingin sekali kaya raya. Dan saya ingin membeli barang yang bisa memberikan saya keberuntungan, " kata pemuda itu.

Keajaiban Sandal Ajaib

Sejurus kemudian Abu Nawas menunjukkan salah satu sandal ajaibnya.
Ia mengatakan bahwa sandal ajaib itu akan membikin penggunanya dari tak punya menjadi orang yang punya. Karena tertarik, pembeli itu akhirnya jadi juga membeli sandal ajaib itu dengan harga yang lumayan mahal.

Si pemuda langsung saja memakai sandal ajaib itu berkeliling kampung dengan harapan semoga keberuntungan berpihak kepadanya. Akan tetapi harapannya tak kunjung datang juga. Jangankan keberuntungan, si pemuda malah dikira pencuri di kampung tersebut. Tapi untung saja para warga tk sampai menghakiminya.


Karena merasa tertipu, pemuda itu kembali lagi menemui Abu Nawas untuk protes.

"Assalamu'alaikum....," sapa pemuda itu.
"Wa'alaikum salam....," jawab Abu Nawas.
"Eh...ternyata Tuan, bagaimana kabar Tuan?" tanya Abu Nawas.

"Kabar jelek. Aku selalu ditimpa kemalangan gara-gara memakai sandal ini. Padahal dulu engkau mengatakan kalau sandal ini bisa mendatangkan keberuntungan, tapi mana buktinya?" protes pemuda itu.
"Seingat saya, saya tidak pernah mengatakan seperti itu Tuan?" sergah Abu Nawas.
"Saya hanya mengatakan bahwa bila Tuan pada mulanya orang yang tidak punya, maka dengan membeli sandal ini, Tuan akan menjadi orang yang punya. Buktinya sekarang Tuan sudah memiliki sandal ajaib ini, "kata Abu Nawas.

Tobat

Begitu mendengar penjelasan Abu Nawas, pemuda itu hanya bisa diam saja karena menyadari bahwa dia yang keliru dan salah tafsir.
"Lalu mengapa engkau mengatakan bahwa sandal ini ajaib?" tanya pemuda pembeli.
"Karena memang sandal ini merknya ajaib. sandal ajaib," jelas Abu Nawas.

Akhirnya pemuda itu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun.
Namun Abu Nawas menegurnya,
"Tunggu Tuan, saya ingin mengatakan sesuatu kepada Tuan. Mungkin saja akan ada manfaatnya, "kata Abu Nawas.

"Jangalah percaya kepada barang ajaib karena percaya pada sesuatu selain Allah SWT bisa membuat kita syirik dan akan mendapatkan kesusahan di dunia dan di akhirat kelak. Buktinya, sebagaiman yang Tuan alami, oleh karena itu segeralah bertobat kepada Allah SWT, "kata Abu Nawas.

Mendengar penuturan Abu Nawas, sepertinya pemuda itu menyadari kesalahannya.
Ternyata banyak sekali hal-hal yang bisa membawa kepada perbuatan yang dimurkai Allah SWT. Mulai saat itulah ia bertobat kepada Allah SWT.

Mengubah Nasib dengan Sandal Ajaib

Kisah Abu Nawas berlanjut lagi setiap bulannya ada postingan terbaru yang makin lama makin kocak ceritanya.

Kali ini Abu Nawas dibuat gelisah karena masyarakat islam sedang bersaing untuk mengumpulkan harta benda sebanyak-banyaknya dengan memakai berbagai cara. Namun bukanlah Abu Nawas kalau tak bisa menyelesaikan permasalahan yang pelik seperti ini.

Kisahnya

Lama-kelamaan Abu Nawas tak lagi nyaman berada di kampungnya sendiri.
Pasalnya adalah penduduk kampung tersebut yang notabene beragama islam, saat ini sedang berlomba-lomba untuk mengumpulkan kekayaan. Hal ini bukanlah menjadi masalah, namun yang menjadi masalah adalah mereka menghalalkan segala cara untuk meraih yang mereka inginkan.

Untuk menghentikan perbuatan tercela tersebut, Abu Nawas memutar otak mencari ide yang terbaik untuk menyadarkan masyarakat bahwa menghalalkan segala cara adalah dilarang keras dalam islam.

Setelah lama berpikir, akhirnya ia menemukan ide yang cemerlang yaitu ide sandal ajaib.

Dengan mengambil peralatan seadanya, berangkatlah Abu Nawas ke pasar untuk menggelar tikar menjual sandal-sandal.


"Sandal ajaib...sandal ajaib....! "teriak Abu Nawas berulang-ulang menawarkan dagangannya.
Tak berapa lama kemudian ada seorang pemuda yang tertarik dengan barang dagangan Abu Nawas.
"Silahkan Tuan, mau mencari apa?" tanya Abu Nawas.
"Saya ingin mencari sandal yang bisa merubah hidupku yang miskin ini, :jawab si pemuda.
"Apa maksud Tuan?" tanya Abu Nawas lagi.
"Saya ini sudah lama hidup miskin dan ingin sekali kaya raya. Dan saya ingin membeli barang yang bisa memberikan saya keberuntungan, " kata pemuda itu.

Keajaiban Sandal Ajaib

Sejurus kemudian Abu Nawas menunjukkan salah satu sandal ajaibnya.
Ia mengatakan bahwa sandal ajaib itu akan membikin penggunanya dari tak punya menjadi orang yang punya. Karena tertarik, pembeli itu akhirnya jadi juga membeli sandal ajaib itu dengan harga yang lumayan mahal.

Si pemuda langsung saja memakai sandal ajaib itu berkeliling kampung dengan harapan semoga keberuntungan berpihak kepadanya. Akan tetapi harapannya tak kunjung datang juga. Jangankan keberuntungan, si pemuda malah dikira pencuri di kampung tersebut. Tapi untung saja para warga tk sampai menghakiminya.


Karena merasa tertipu, pemuda itu kembali lagi menemui Abu Nawas untuk protes.

"Assalamu'alaikum....," sapa pemuda itu.
"Wa'alaikum salam....," jawab Abu Nawas.
"Eh...ternyata Tuan, bagaimana kabar Tuan?" tanya Abu Nawas.

"Kabar jelek. Aku selalu ditimpa kemalangan gara-gara memakai sandal ini. Padahal dulu engkau mengatakan kalau sandal ini bisa mendatangkan keberuntungan, tapi mana buktinya?" protes pemuda itu.
"Seingat saya, saya tidak pernah mengatakan seperti itu Tuan?" sergah Abu Nawas.
"Saya hanya mengatakan bahwa bila Tuan pada mulanya orang yang tidak punya, maka dengan membeli sandal ini, Tuan akan menjadi orang yang punya. Buktinya sekarang Tuan sudah memiliki sandal ajaib ini, "kata Abu Nawas.

Tobat

Begitu mendengar penjelasan Abu Nawas, pemuda itu hanya bisa diam saja karena menyadari bahwa dia yang keliru dan salah tafsir.
"Lalu mengapa engkau mengatakan bahwa sandal ini ajaib?" tanya pemuda pembeli.
"Karena memang sandal ini merknya ajaib. sandal ajaib," jelas Abu Nawas.

Akhirnya pemuda itu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun.
Namun Abu Nawas menegurnya,
"Tunggu Tuan, saya ingin mengatakan sesuatu kepada Tuan. Mungkin saja akan ada manfaatnya, "kata Abu Nawas.

"Jangalah percaya kepada barang ajaib karena percaya pada sesuatu selain Allah SWT bisa membuat kita syirik dan akan mendapatkan kesusahan di dunia dan di akhirat kelak. Buktinya, sebagaiman yang Tuan alami, oleh karena itu segeralah bertobat kepada Allah SWT, "kata Abu Nawas.

Mendengar penuturan Abu Nawas, sepertinya pemuda itu menyadari kesalahannya.
Ternyata banyak sekali hal-hal yang bisa membawa kepada perbuatan yang dimurkai Allah SWT. Mulai saat itulah ia bertobat kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar